Tag: personal trainer

  • Sekali-kali Nge-Gym Pagi

    Mumpung hari ini adalah hari libur nasional, saya usul kepada Personal Trainer saya untuk geser waktu latihannya di pagi hari, sekali-kali pengen merasakan nge-gym di pagi hari. Mungkin bakalan lebih santai karena kalau latihan sore itu penuhnya luar biasa.

    Ternyata saya keliru.

    Sampai gym sekitar jam 8:30 pagi, begitu masuk langsung disambut sekumpulan peserta Hyrox, area treadmill penuh begitu juga tempat yang lain.

    Sampai di loker room juga sebagian besar loker sudah terpakai, artinya pagi ini yang latihan banyak banget.

    Pas ketemu sama Personal Trainer, dia cerita kalau disini itu justru yang ramai adalah pagi dan sore, kalau mau agak sepi itu pas setelah jam makan siang antara jam 14-16 sore.

    Hahaha.. jadilah saya latihan tadi seperti di sore hari, bedanya sewaktu pulang langit masih terang.

  • Konsisten Olahraga Itu Perlu Dijaga

    Hari ini saya mulai ngegym lagi setelah hampir sebulan tidak olahraga karena sudah mudik duluan. Sebetulnya PT saya memberikan PR untuk berolahraga selama di Jogja, tapi ternyata PR itu tidak berhasil saya kerjakan jadinya praktis selama di Jogja sampai hari ini saya hanya goler-goler.

    Seperti yang sudah saya duga, hari ini cukup berat meskipun PT saya memberikan menu latihan yang tidak seberat biasanya, tapi rasanya nafas cepat habis, keringat keluar lebih banyak, dan minum air lebih banyak.

    Selesai latihan, rasanya seperti dipukuli puluhan kucing. Perjalanan ke kosan jadi terasa jauh dan melelahkan. Ini mengingatkan saya saat pertama kali latihan haha.

    Di perjalan pulang saya merenung (maap saya tidak punya padanan kata yang pas), bahwa menjaga konsistensi apapun, termasuk olahraga itu lebih susah dibandingkan saat memulainya. Apalagi ketika kita sudah melihat sedikit hasil di dalam prosesnya, rasanya tu ada godaan cepat puas yang ingin mengakhiri semuanya.

    Saya akui, sekarang ini jika melihat cermin itu saya lebih seneng karena melihat bentuk badan sendiri. Rasanya tu kayak udah cukup ah, nggak usah nge-gym lagi soalnya badannya sudah lebih bagus.

    Tapi ternyata, perasaan itu adalah jebakan, sebab hanya dengan waktu kurang dari sebulan nggak latihan saja, kondisi badan saya langsung ngedrop mirip seperti 9 bulan yang lalu.

    Jadi, buat yang sekarang sedang bertarung untuk mencapai sesuatu, tetap ingat alasan kenapa mau melakukan itu. Gunaka itu sebagai pengingat ketika nanti suatu saat rasa sombong dan cepat puas itu mulai datang.

  • Puasa dan Olahraga

    Hari ini adalah percobaan pertama saya untuk tetap latihan ngegym pada sore hari. Saya sengaja untuk meminta personal trainer untuk mengganti jadwalnya menjadi jam 17:00, jadi latihannya satu jam sebelum waktu berbuka puasa.

    Sewaktu di Jogja, saya sering gowes di sore hari menjelang waktu berbuka, ngabuburit lah. Waktu itu rasanya baik-baik saja karena gowes itu bisa bikin seneng dan waktu jadi terasa lebih cepat.

    Jadi saya anggap latihan di gym akan sama saja.

    Itu yang saya pikir.

    Ternyata, sangat berbeda. Rasanya latihan di gym memiliki dampak yang lebih banyak karena personal trainer akan menyesuaikan menu latihannya dan menjaga supaya tubuh tetap fit setelah berbuka puasa.

    Latihannya masih sama, hanya jumlah beban yang dikurangi supaya repetisi tetap terjaga. Hasilnya, otot yang terlatih juga tetap konsisten namun tidak sampai bikin kliyengan.

    Puasa dan Olahraga
    Screenshot
  • Segitiga Kesehatan

    Sudah capek nulis yang serius terus, sudah cukup, mari kembali ke tulisan sederhana saja.

    Hal pertama yang diutarakan oleh PT (Personal Trainer) saya di pertemuan pertama sesi latihan kami adalah, “Pak, untuk bisa mencapai goals, Bapak perlu memahami 3 hal”

    1. Workout
    2. Makanan
    3. Tidur

    Kemudian dilanjutkan, “Saya hanya bisa membantu poin 1 saja, sisanya Bapak sendiri yang mengusahakan”.

    Ternyata setelah hampir setahun dia jadi PT saya, ucapaannya itu memang benar adanya. Mustahil bagi kita kalau hanya bertahan di satu poin saja tanpa melakukan poin sisanya.

    1. Latihan rutin, tapi tetap makan sembarangan atau begadang.
    2. Mati-matian jaga makan tapi nggak pernah olahraga ditambah kurang tidur.

    Ini adalah 2 hal yang dulu sering saya lakukan, tak pikir ketika rajin latihan otomatis bisa sehat, atau ketika ikutan diet IF otomatis turun berat badan. Nyatanya? gagal total.

    Sekarang, dengan menerapkan 3 poin yang disebutkan sama PT saya itu, baru deh jalur body goals mulai terlihat meskipun garis akhirnya masih jauh.