Tag: perjalanan pulang kampung

  • Apakah Kamu Mudik?

    Ini adalah pertanyaan basa-basi saya ke beberapa kenalan di kantor, beberapa hari sebelum saya mudik ke Jogja.

    Ternyata, dari beberapa orang yang saya tanyain itu, tidak semuanya berencana mudik pada lebaran tahun ini. Alasannya bermacam-macam, mulai dari sedang shift kerja, ada rencana mengajak keluarganya untuk datang ke Jakarta, atau yang memang tidak berniat pulang kampung.

    Dulu saya berpikir, ketika seseorang pergi merantau ke tempat yang jauh, pasti ketika lebaran akan berusaha menyempatkan pulang kampung, bertemu dengan orang tua dan keluarga. Jarak dan waktu yang ditempuh akan terbayarkan ketika pada hari besar itu bisa berkumpul dengan keluarga.

    Itu yang saya bayangnya saat itu.

    Namun setelah ngobrol dengan beberapa orang tadi, saya menyadari ada sebagian orang yang memang tidak bisa dan tidak ingin mudik. Alasannya bermacam-macam, seperti yang sudah saya sebutkan tadi.

    Tapi ada satu jawaban yang buat saya berkesan.

    “Buat apa mudik? saya tiap hari ngobrol dengan keluarga besar di grup Whatsapp, semua informasi ada disana, mulai yang bermanfaat sampai yang hoax. Pada update status dan kirim-kirim video lucu juga setiap hari, jadi buat apa mudik?”

    Bener juga sih dan itu valid.

    Dulu orang mudik karena terpisah oleh jarak dan waktu, namun ketika masalah jarak dan waktu itu sudah diselesaikan dengan teknologi, pelan-pelan orang akan merasa itu bukan alasan untuk melakukan perjalanan jauh dan mahal itu.

    Perlu alasan baru untuk mudik, tidak bisa sekadar masalah jarak dan waktu semata.

    Apakah kamu mudik Lebaran tahun ini? Hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan hingga kembali lagi ke rumah.

  • Ternyata Perlu Hibernasi

    Apa yang akan saya lakukan ketika sampai di Jogja? Itu adalah pikiran saya ketika dalam perjalanan mudik kemarin. Ada beberapa kegiatan yang sudah direncanakan di hari Minggu ini, mulai dari pengecekan beberapa area di rumah yang memang sudah perlu ada perawatan, hingga melakukan beberapa hal yang tertunda.

    Tapi, manusia hanya bisa berencana.

    Hari Minggu ini, selepas mandi, masih jam 9.30 pagi, mata rasanya berat sekali.

    Sepertinya tidur sebentar oke juga ya? Paling 30 menit aja untuk kemudian lanjut melakukan sesuatu.

    Tapi ternyata, rencana 30 menit itu bablas sampai 5 jam! Wkwkwkwk… Iya, saya bangun menjelang Ashar.

    Rupanya badan ini sedang minta hibernasi sejenak, dia tau kalau sekarang sedang di rumah dan minta diprioritaskan untuk sementara.

    Jadilah, hari Minggu pagi saya dipakai untuk tidur siang.