Tag: perjalanan kereta

  • Kembali ke Jakarta

    Hari ini saya sudah kembali ke Jakarta, perjalanan menggunakan kereta api Taksaka pagi yang saya pikir bakalan sepi, rupanya tetap ramai dengan pemudik yang sudah mulai kembali ke kota asal.

    Perjalanan lancar dan tepat waktu, suasana kereta juga riuh dengan anak-anak yang ikut serta di perjalanan ini. Sepanjang jalan cuaca juga cerah, paling sempat hujan deras ketika melewati Bekas, tapi sesampai di Gambir sudah cerah.

    Awalnya kami mau menggunakan MRT untuk menuju ke kosan, tapi melihat banyaknya bawaan dari Jogja, akhirnya memutuskan untuk menggunakan taksi Green SM yang sudah biasanya standby di pintu pejalan kaki Stasiun Gambir.

    Tips untuk naik Green SM dari situ adalah, pastikan gunakan aplikasi dengan mode Green Now, kemudian sebelum masuk pastikan sebutkan bahwa mau pakai Green Now. Karena kalau tidak maka sopir akan berusaha menggunakan argo. Jadi pastikan selalu bilang di awal ya. Oh iya, siapkan 5 ribu rupiah untuk parkir.

    Jakarta sore ini cukup lengang, titik kemacetan yang biasanya ada di Bundaran HI, Sudirman, Senayan, dan Blok M tidak terlalu terlihat. Perjalanan cukup lancar hingga sampai ke kosan.

    Akhirnya usai sudah ritual mudik kami yang sengaja diakhiri lebih awal, selain karena hari Selasa mendatang saya sudah mulai ngantor, juga untuk mengurangi keterlibatan acara halalbihalal yang bisa berlangsung sangat panjang dan lama. Bukan kenapa-napa, selain sudah nggak kenal dengan yang ditemui, juga harus mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang selalu kami hindari selama ini wkwkwk.

    Hello Jakarta!

  • Customer Oriented Pada KAI

    Pelanggan yang terhormat, selamat datang di Kereta Api Taksaka. Kereta ini akan mengantarkan kita ke tujuan akhir Stasiun Yogyakarta. Perjalanan ini menempuh waktu tujuh jam.

    Karena sering melakukan perjalanan dengan kereta api, saya menyadari ada perubahan penyebutan kita, sebagai customer, dari sebelumnya “penumpang” menjadi “pelanggan”.

    Buat saya ini tidak hanya sekadar mengubah penyebutan nama, melainkan merasa PT KAI sedang berusaha mengubah mindset perusahaan supaya lebih customer oriented.

    Sebagai orang yang berasal dari keluarga KAI, saya mengalami banyak transformasi layanan kereta api menuju arah yang lebih baik. Pelanggan seperti saya semakin merasa dihargai, diperhatikan, dan juga dimanusiakan.

    Saya sadar perubahan ini akan juga meningkatkan harga tiket, namun entah kenapa saya lebih rela membayar harga kereta dengan berbagai fasilitas dan kepastian perjalanannya.