Tag: mental health

  • Relief of Missing Out (ROMO)

    Istilah menarik yang dipopulerkan oleh aktor Cillian Murphy yang menggambarkan kelegaan karena tidak terlibat dalam suatu kegiatan atau proyek.

    Berkebalikan dengan Fear of Missing Out (FOMO), ROMO ini merupakan obat atau peredam rasa yang membuat seseorang menjadi lebih tenang dan mengontrol situasi di sekelilingnya.

    Para ahli kesehatan mental mencatat bahwa ROMO adalah cara yang sehat untuk membingkai ulang rasa cemas karena melewatkan sesuatu menjadi sebuah bentuk perawatan diri dan ketenangan.

    Mengimplementasikan ROMO ini sejalan dengan prinsip Stoikisime, karena kita akan mengubah sudut pandang dari rasa takut tertinggal menjadi rasa syukur atas ketenangan yang didapat.

    Bagaimana langkah praktis untuk menerapkannya? Saya rasa ada beberapa hal yang bisa kita mulai coba lakukan.

    • Kurangi paparan informasi digital. Ponsel kita itu memang menawarkan banyak sekali informasi, terutama jika sudah menginstall berbagai platform social media. Tanpa sadar ponsel yang tadinya dibuat untuk sarana komunikasi sudah berubah menjadi pusat segala informasi. Ini melelahkan.
    • Berani untuk bilang tidak. Ini adalah kemampuan yang perlu diasah, sebab kita terbiasa untuk mengikuti dan menuruti kehendak peer di dalam lingkungan. Jika memang merasa kurang nyaman dan/atau ada keinginan tertentu yang berlawanan dengan ajakan itu, cobalah untuk mulai menolaknya.
    • Nikmati peran sebagai penonton. Sadari bahwa kita tidak selalu menjadi pemeran utamanya. Jika semua orang ingin pegang peran utama, maka siapa penontonya? Cobalah sekali-kali berperan menjadi penonton.
    • Prioritaskan hobi. Ketika kita fokus dengan apa yang kita sukai, kita akan tumbuh menjadi orang yang lebih baik.

    Jadi, kita memang perlu memiliki waktu untuk diri sendiri.

  • Sebulan Setelah Socmed Detox

    Tidak terasa saya sudah tidak berinteraksi dengan Tiktok, X, dan Threads selama sebulan, setelah memutuskan untuk tidak lagi menggunakan ketiga platform itu di awal tahun 2026.

    Apa yang dirasakan?

    Sejujurnya, saya lebih tenang.

    Tenang dalam pikiran, dimana saya tidak lagi terpapar konten yang terkadang bikin ikutan marah-marah dan sebel. Meskipun kadang ada juga konten yang lucu maupun inspiratif.

    Karena saya bisa mendapatkan konten lucu dan inspiratif selain dari ketiga platform itu, maka rasanya sejauh ini saya belum merasa rugi.

    Saya bisa konsisten menulis blog setiap hari. Iya, menulis setiap hari sejak 1 Januari 2026. Bahkan saya sekarang berlangganan Kompas yang bisa kasih saya audio ringkasan berita setiap pagi. Kalau isi beritanya sih bisa pilih-pilih di headline, meskipun kadang lolos juga baca berita yang bikin kesel wkwkwk.

    Saya lebih fokus buat mengerjakan sesuatu, kayanya kemarin energi dan fokus saya habis diserap sama ketiga platform itu sehingga sekarang saya perlu penyaluran yang bisa saya gunakan sebagai bahan bakar buat bekerja dan memproduksi sesuatu, ya minimal tulisan ini.

    Terakhir, saya bisa lebih mengabaikan sesuatu yang tidak bisa saya kendalikan.

    Ternyata bisa melakukan itu adalah priviledge