Tag: khatib

  • Tips Untuk Khatib Jumat di 2026

    Usia saya sudah nggak muda, jadi mungkin baru sekarang paham kalau menurut keyakinan saya, sebagian besar khatib shalat Jumat itu kurang memiliki skill public speaking.

    Dulu ketika saya masih muda, saya nggak pernah ngerti apa yang dibicarakan oleh khatib ketika Jumatan. Semuanya hanya lewat dan sudah lupa sama sekali di suapan pertama makan siang. Menjelang dewasa, masih sama, karena antara fokus mendengarkan dan fokus membereskan pekerjaan yang tertunda itu saling beradu di dalam kepala.

    Sekarang, di usia sudah tembus 40 tahun, saya masih nggak paham dengan yang dibicarakan.

    Apakah saya tidak beriman? Imannya lemah? Berdosa?

    Mungkin iya, tapi saya sudah di usia yang tidak memusingkan itu lagi, sebab Allah lebih bijaksana daripada mulut manusia.

    Lalu masalahnya dimana? Jika saya perhatikan, gaya bicara khatib itu seragam, menggunakan nada yang entah asli atau dibuat-buat, mengutip ayat Al-Quran tanpa menjelaskan konteks kenapa melakukannya, hanya sebatas melafalkan saja dan membacakan artinya, dan yang paling parah tidak mampu merelevansikan dengan kondisi masa sekarang.

    Akibatnya, setiap Jumat saya akan selalu mendengarkan cerita yang berulang dan nada yang sama, hanya Jumat yang berbeda. Membosankan? jelas. Tapi yang perlu dicatat, saya hanya bosan dengan gaya penyampaiannya, bukan dengan ceritanya ya.

    Perlu diketahui bahwa generasi yang mendominasi sekarang itu adalah Gen-Z, mereka sudah mulai masuk kerja, menjadi staff, dan mungkin ada beberapa yang sedang menapak karir menjadi manager. Artinya, mereka adalah tipe jamaah baru di shalat Jumat.

    Gen-Z itu memiliki ciri khas menarik, memerlukan pendekatan yang berbeda dari metode konvensional karena mereka sangat terhubung dengan dunia digital dan menyukai keaslian. 

    Gen Z lebih menyukai interaksi yang bersahabat, toleran terhadap perbedaan, dan berpikiran terbuka. Hindari kesan menggurui atau terlalu formal. Gunakan bahasa yang “nyambung” dengan keseharian mereka, termasuk beberapa istilah populer (slang) jika diperlukan untuk mencairkan suasana. 

    Rentang perhatian (attention span) Gen Z cenderung lebih pendek karena terbiasa dengan konten media sosial yang cepat. Pastikan inti ceramah disampaikan secara singkat dan langsung pada intinya.

    Jadi, ada yang masih ingat materi khutbah Jumat kemarin?