Tag: kegagalan

  • Ingin Mahir? Tidak Ada Jalan Pintas

    Ketekunan belajar adalah jawaban untuk bisa menguasai bidang sampai level mahir. Belajar adalah sesuatu yang membosankan, karena kita dipaksa untuk selalu membaca, mencoba, dan menemui kegagalan, kemudian diulang lagi seterusnya.

    Tidak dipungkiri, AI menjadi salah satu cara seseorang untuk bisa dianggap pintar. Dia bisa menjawab semua perdebatan di media sosial hanya dengan copy-paste jawaban dari AI.

    Seakan-akan dia pintar.

    Padahal sebetulnya tidak, dia hanya punya Internet.

    Mahir adalah level yang berbeda, dimana itu hanya bisa didapatkan setelah melewati berbagai kegagalan sampai bisa mengenali apa arti kesalahan itu sendiri. Sampai bisa ngasih tau orang lain apa artinya dan tips supaya tidak mengalami yang sama.

    Kegagalan sering dianggap sebagai suatu kemunduran, tidak ada progress, dan tanda ketidakmampuan.

    Padahal, setiap kegagalan itu artinya kita sudah mencoba dan maju satu langkah lagi melewati kegagalan sebelumnya hingga ketemu dengan kegagalan berikutnya.

    Itulah yang membuat seseorang akan mahir di bidangnya.

    Saya suka dengan pepatah yang saya baca di buku, kira-kira tertulis begini.

    Ketika kamu terlalu fokus untuk mencari jalan pintas, maka kamu akan cepat ketemu dengan jalan buntu. Di saat itu, kamu tidak hanya kehilangan tujuanmu, tapi juga akan kehilangan yang sudah kamu miliki.

    Cukup familiar dengan situasi itu?

  • Lelaki Jarang Mengeluh

    Mengeluh atau sambat dalam bahasa Jawa adalah sebuah kegiatan ketika seseorang sedang merasa di situasi tidak berjalan sesuai dengan keinginan.

    Kenapa laki-laki jarang mengeluh? karena memang masyarakat tidak memberi ruang kepada laki-laki untuk melakukannya. Setidaknya ini yang saya rasakan ketika sedang berproses menjadi dewasa.

    Perbedaan antara pemuda tanggung dan pria dewasa, menurut saya adalah seberapa sering dia mengeluh di kesehariannya. Umur hanyalah angka, namun cara berpikir itu nyata.

    Fokus pada sesuatu yang bisa dikontrol, ini adalah pesan terbaik yang saya dapatkan. Sebuah tindakan nyata yang dapat mempengaruhi keputusan-keputusan berikutnya.

    Laki-laki akan sering membuat keputusan, dimana semua itu akan berujung pada dua hal: Berhasil atau Gagal.

    Jika berhasil, maka selamat kamu berhasil, yay!.

    Bagaimana jika tidak berhasil?

    Ternyata tidak semua orang mampu untuk menghadapi kegagalan, sehingga respon asli seseorang, terutama laki-laki akan terlihat disini.

    Apakah dia akan marah? mengeluh? sedih? diam?

    Semuanya benar dan itu wajar.

    Tapi berapa lama? itu yang menjadi pembeda.

    Lelaki sejati tidak akan membiarkan dirinya larut dalam semua itu, dia akan segera berusaha bangkit dan memikirkan strategi baru untuk membuat keputusan baru.

    Menyalahkan keadaan tidak akan menyelesaikan masalah, namun keputusan baru yang kita hasilkan bisa jadi akan membuat perbedaan.

  • Terkadang Kegagalan Berasal dari Keinginan Terlalu Ingin Menang

    Pernahkah mengalami kegagalan? Pastinya pernah ya. Menurut Murphy Law, ketika kita terlalu memiliki keinginan untuk selalu menang, maka biasanya yang akan didapatkan malah sebuah kegagalan.

    Sedangkan ketika memutuskan untuk tidak berebut, maka keinginan itu akan lebih mudah tercapai. Sebab, karena memutuskan tidak berebut jadinya tidak ada yang bisa merebutnya.

    Menarik, karena setiap hari itu kita akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan keputusan, baik yang skala kecil ataupun besar. Semuanya akan berujung ke 2 hal, berhasil atau gagal.

    Contoh yang simpel, misalnya keinginan untuk mendapatkan tempat di MRT. Jika dari awal sudah berencana bahwa hari ini harus bisa naik MRT di jam tertentu maka alam bawah sadar kita akan membuat kita berangkat ke stasiun lebih awal supaya bisa memiliki peluang lebih untuk mendapatkannya.

    Ini wajar dilakukan.

    Namun, jika keinginannya bertambah, misalnya selain bisa berangkat di jam tertentu namun juga ingin bisa dapat tempat duduk. Maka disinilah semuanya berubah, karena ada tambahan keinginan yang membuat tubuh menjadi lebih tegang meskipun MRT sudah ada di depan mata.

    Akibatnya masuk menjadi berebut, tidak sabar, bahkan bisa berpotensi melukai orang lain. Namun pada akhirnya, tempat duduk yang diincar seringnya tidak didapatkan.

    Terkadang, ketika kita melepaskan diri dari kegiatan berebutan, justru malah kita bisa mendapatkannya.