Di postingan sebelumnya saya cerita kalau website ini (dan beberapa website lainnya) saya pindahkan dari cloud server ke shared web hosting. Bagiamana caranya? Apakah susah? Apakah ada file yang ketinggalan?
Begini ceritanya.
Sebelum saya bercerita lebih lanjut, saya mau disclaimer bahwa cara yang saya gunakan ini tidak 100% gratis, karena saya menggunakan bantuan plugin berbayar yang selama ini saya andalkan selama saya menjadi freelancer web developer, lisensinya sudah saya miliki sejak lama jadi tinggal pakai aja.
Nama pluginnya adalah: Duplicator Pro

Kenapa?
Saya sudah mencoba berbagai macam metode migrasi website, mulai dari yang manual (mindahin filenya satu-satu), pakai perintah CLI ala-ala hacker, menggunakan layanan pihak ketiga yang menawarkan layanan migrasi, sampai mencoba berbagai macam plugin premium dengan segala fiturnya.
Menurut keyakinan saya, Duplicator Pro ini menawarkan cara yang paling sederhana. Prosesnya simpel:
- Install Duplicator Pro di WordPress asal
- Lakukan proses backup, klik next-next aja sih. Nanti akan dapat 2 file; file installer dan file backupnya.
- Download kedua file itu, simpan ke laptop. Jangan khawatir ini sudah dikompres sehingga ukurannya cukup kecil.
- Pada server tujuan, nggak perlu install WordPress dulu. Langsung upload kedua file itu ke folder web servernya. Jika pakai web hosting biasanya di folder public_html.
- Buat database baru, username & password, atur permissionnya juga. Kalau biasa pakai CPanel harusnya sih simpel, tinggal assign user ke DB aja. Intinya usernya bisa akses DB-nya aja. Catat semuanya ya.
- Pindahkan DNS Record ke IP server yang baru. Kalau sekarang sih propagasi itu cepet banget ya gaes, kalau jaman kita dulu bisa berjam-jam hahah.
- Akses domain, nanti tampilannya akan berupa list kedua file yang tadi diupload. Kalau belum, tunggu sampai bisa lihat filenya ya. Biasanya cepet kok setelah ganti DNS recordnya.
- Klik file installer.php dan ikuti prosesnya.
- Done
See? simpel banget dan nggak banyak pengaturan tambahan.
Pro-tip, pastikan sebelum dibackup itu semua plugin dimatikan dulu supaya nanti ketika pindah server baru nggak ada pesan-pesan aneh karena masalah kompatibilitas.
Contohnya kemarin saya lupa matiin plugin Redis sedangkan di web hosting baru saya belum setup Redisnya, jadinya ada pesan aneh dan mengerikan wkwkwk..