Tag: darurat medis

  • Tips Berobat ke Rumah Sakit

    Hari ini rencananya kami sudah harus berpindah kota untuk merayakan lebaran, namun tidak disangka istri sakit hingga perlu dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah RS AMC Muhammadiyah berlokasi dekat dengan tempat tinggal dan memberikan pelayanan yang prima.

    Saat perjalanan pulang, saya membayangkan bahwa tidak semua orang mengerti cara berobat ke rumah sakit, terutama untuk yang tidak menggunakan BPJS Kesehatan melainkan menggunakan asuransi dari perusahaan.

    Sebagai informasi, asuransi dari perusahaan itu biasanya akan terbagi menjadi dua, yaitu asuransi rawat jalan dan rawat inap.

    Rawat jalan digunakan untuk berobat jalan dan langsung pulang, sedangkan rawat inap digunakan untuk berobat dengan menginap di rumah sakit dulu/mondok.

    Sebelum Anda atau anggota keluarga mengalami sakit, ada baiknya untuk memahami detil asuransi Anda dan bagaimana cara menggunakannya di rumah sakit.

    Perhatikan benefit dan limit asuransinya, apa saja yang dicover dan tidak, apa saja syaratnya jika ada. Ini hal penting yang harus dihapal supaya ketika saatnya tiba, tidak panik dan bisa membuat keputusan dengan bijak.

    Setiap rumah sakit biasanya akan memiliki sistem antrian. Jika sakitnya tidak darurat, Anda bisa langsung berobat ke poli sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya sakit gerd, bisa langsung menuju ke poli spesialis penyakit dalam. Pengen scaling gigi, bisa mendaftar ke poli gigi.

    Jika darurat gimana? Langsung menuju ke IGD saja.

    Jika asuransi Anda bersifat cashless, maka ini akan sangat mempermudah prosesnya. Cukup berikan kartu fisik atau digital ke petugas jaga, selanjutnya silakan fokus pada perawatan. Asuransi kesehatan cashless adalah pilihan terbaik, jika ada opsi itu maka gunakan!

    Jika asuransi Anda bersifat reimburse, maka pastikan Anda memiliki dana darurat atau kartu kredit yang bisa digunakan untuk membayar biaya perawatan terlebih dulu. Nanti di rumah sakit bilang akan menggunakan jalur Umum, bukan asuransi.

    Setelah perawatan selesai, pada saat di kasir pastikan Anda bilang untuk dibantu dibuatkan kwitansi pendukung guna reimbursement asuransi. Tenang saja, 99,9999% petugas kasir di rumah sakit sudah sangat paham prosesnya dan biasanya mereka akan dengan senang hati membantu.

    Pastikan semua dokumen disimpan dan didokumentasikan supaya proses klaim reimburse ke asuransi berjalan lancar. Memamg terasa ribet tapi itu adalah usaha yang tidak akan mengkhianati hasil.

    Saya cukup terbiasa berurusan dengan bagian administrasi rumah sakit. Saya setuju denga joke bahwa area paling menakutkan di rumah sakit itu bukanlah kamar mayat, melainkan kasir. Setidaknya yang berada di kamar mayat tidak akan menagih pembayaran wkwkwk.

    Maka dari itu, dengan memiliki asuransi dan memahami, ingat kuncinya memahami benefit dan limitnya, setidaknya akan membantu Anda untuk melewati area terseram itu, sehingga Anda cukup fokus pada pengobatan dan recovery.

    Oh iya, jika Anda melakukan tindakan operasi itu biasanya perlu melakukan kontrol. Jika menggunakan asuransi, maka pada saat kontrol itu biayanya masih ditanggung oleh asuransi yang sama, syaratnya adalah jangan melewatkan janji temu dan pastikan membawa surat pengantarnya.

    Semoga kita semua selalu sehat-sehat.