Istilah menarik yang dipopulerkan oleh aktor Cillian Murphy yang menggambarkan kelegaan karena tidak terlibat dalam suatu kegiatan atau proyek.
Berkebalikan dengan Fear of Missing Out (FOMO), ROMO ini merupakan obat atau peredam rasa yang membuat seseorang menjadi lebih tenang dan mengontrol situasi di sekelilingnya.
Para ahli kesehatan mental mencatat bahwa ROMO adalah cara yang sehat untuk membingkai ulang rasa cemas karena melewatkan sesuatu menjadi sebuah bentuk perawatan diri dan ketenangan.
Mengimplementasikan ROMO ini sejalan dengan prinsip Stoikisime, karena kita akan mengubah sudut pandang dari rasa takut tertinggal menjadi rasa syukur atas ketenangan yang didapat.
Bagaimana langkah praktis untuk menerapkannya? Saya rasa ada beberapa hal yang bisa kita mulai coba lakukan.
- Kurangi paparan informasi digital. Ponsel kita itu memang menawarkan banyak sekali informasi, terutama jika sudah menginstall berbagai platform social media. Tanpa sadar ponsel yang tadinya dibuat untuk sarana komunikasi sudah berubah menjadi pusat segala informasi. Ini melelahkan.
- Berani untuk bilang tidak. Ini adalah kemampuan yang perlu diasah, sebab kita terbiasa untuk mengikuti dan menuruti kehendak peer di dalam lingkungan. Jika memang merasa kurang nyaman dan/atau ada keinginan tertentu yang berlawanan dengan ajakan itu, cobalah untuk mulai menolaknya.
- Nikmati peran sebagai penonton. Sadari bahwa kita tidak selalu menjadi pemeran utamanya. Jika semua orang ingin pegang peran utama, maka siapa penontonya? Cobalah sekali-kali berperan menjadi penonton.
- Prioritaskan hobi. Ketika kita fokus dengan apa yang kita sukai, kita akan tumbuh menjadi orang yang lebih baik.
Jadi, kita memang perlu memiliki waktu untuk diri sendiri.