Tag: appsheet

  • Memanfaatkan Tabel Dereferensi di Appsheet

    Melanjutkan tulisan mengenai Appsheet sebelumnya, salah satu fitur yang saya sukai adalah tabel dereferensi.

    Apa itu? Dalam AppSheet, Dereference (Ref) adalah cara mengambil data dari tabel lain melalui hubungan antar-tabel. Jika di pemrograman tradisional ini mirip dengan Join pada SQL atau mengakses properti objek (dot notation), di AppSheet ini jauh lebih sederhana.

    Misalnya saya ingin punya tabel bernama Tournaments dan Matches yang saling terhubung, maka saya akan membuat kolom di tabel Matches bernama tournament_id yang akan dikasih tipe data Ref. Nanti di tabel Tournaments akan tercipta tabel dereferensi yang terhubung ke tabel Matches.

    Cara pakainya gimana? Ada 2 cara.

    Pertama dari sisi tabel Tournaments, misalnya saya ingin menampilkan semua data Matches yang terhubung ke Tournament tertentu, maka saya cukup menambahkan tabel dereferensi tadi ke dalam view detail di Appsheet. Nanti secara otomatis akan menampilkan daftar Matches yang terhubung.

    Memanfaatkan Tabel Dereferensi di Appsheet

    Kedua dari sisi tabel Matches, karena saya sudah punya kolom bernama tournament_id yang merupakan “foreign_key” dari tabel Tournaments, jika saya ingin menampilkan kolom lain dari tabel Tournaments maka saya cukup memanfaatkan tanda titik.

    Contohnya, saya ingin mendapatkan nama tournament. Maka pada tabel Matches saya cukup membuat tabel virtual kemudian formulanya ditulis sebagai berikut.

    [tournament_id].[tournament_name]

    Penjelasan: kolom tournament_id merupakan nama kolom dereferensi di tabel Matches dan juga primary key di tabel Tournaments. Kemudian kolom tournament_name adalah nama kolom yang menyimpan data nama turnamennya.

    Cara ini jika dilakukan pada SQL, kurang lebih akan seperti kita menggunakan perintah JOIN.

    SELECT 
        Tournaments.tournament_name
    FROM 
        Matches
    JOIN 
        Tournaments ON Matches.tournament_id = Tournaments.tournament_id;

    Bedanya, Appsheet akan memproses dengan lebih cepat karena tidak perlu melakukan scanning pada semua data di tabel.

  • Membangun Aplikasi No-Code Dengan Google Appsheet

    Salah satu skill baru yang saya kuasai di tahun 2025 lalu adalah menguasai Appsheet, sebuah platform no-code dari Google yang terintegrasi dengan Google Workspace.

    Produk ini cocok untuk membangun aplikasi CRUD tanpa harus ngoding, tidak harus setup database karena bisa dimulai dari data di Google Sheets, dan tidak harus setup server karena sudah pakai servernya Google.

    Apakah bagus? menurut saya sangat bagus, bahkan terlalu bagus jika melihat semua fitur dan kemampuan Appsheet untuk dikembangkan hingga batas maksimalnya.

    Sekarang hampir semua tracker di kantor yang masih menggunakan Google Sheets sudah mulai dimigrasikan ke Appsheet. Saya cukup berhasil mengintegrasikan puluhan dokumen tracker menjadi 1 aplikasi di Appsheet saja, dan sekarang aplikasinya menjadi the single source of truth.

    Bagaimana cara belajarnya? Berapa harganya? Tenang, bisa dibaca pelan-pelan di https://about.appsheet.com/pricing/ Saya nggak bilang ini gratis ya, tapi dengan fitur yang ditawarkan itu harga yang tertulis disana itu hampir terasa gratis.

    Oke, apa kelemahannya?

    1. Tidak bisa ubah tampilan custom, jadi kalau pengen tampilannya canggih atau sophisticated, maka Appsheet tidak cocok dengan keperluan Anda.
    2. Sampai tulisan ini dibuat, Google masih terus melakukan update di Appsheet, jadi terkadang ada sedikit glitch ketika dipakai, tapi saya rasa ini hanya masalah waktu.
    3. Nggak bisa untuk didevelop oleh multi developer. Maksudnya, hanya satu developer saja yang bisa melakukan editing dalam satu waktu. Jadi misalnya ada 2 developer sedang ngedit aplikasi Appsheet yang sama, maka akan terjadi race condition.

    Kayanya cuma itu sih, sisanya banyak sekali kelebihannya. Bisa dibilang saya amaze dengan Appsheet ini, bahkan kami rela untuk mematikan Smartsheet wkwk.