Memperpanjang Umur MacBook Pro MD101

Memperpanjang Umur MacBook Pro MD101

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya bahwa saya membeli MacBook Pro MD101 second kelahiran mid 2012, maka untuk menunjang kinerja dan kompatibilitas dengan teknologi terbaru, saya merasa perlu untuk melakukan upgrade terhadap MD101 ini. Apalagi MD101 ini telah diinstall dengan Mac OS X El Capitan, dimana beberapa forum menyarankan untuk segera upgrade harddisk bawaan menjadi SSD kemudian diikuti dengan menambah jumlah RAM bawaan yang tadinya hanya 4 GB saja supaya kinerja MD101 dapat lebih optimal.

Kebetulan anggaran yang saya sediakan masih cukup untuk membeli kedua perangkat tadi, jadi tidak butuh waktu lama, saya sudah mendapatkan barang-barangnya langsung dari Tokopedia. Saya membeli RAM merk Corsair dengan kapasitas 16 GB (2 x8 GB) kemudian membeli SSD Samsung Evo 850 dengan kapasitas 250 GB. Total harga untuk keduanya sekitar 2,2 juta rupiah sudah termasuk ongkos kirim yang ditanggung oleh Tokopedia (pas ada promo free ongkir).

Masalah selanjutnya adalah pemasangan, saya sudah terbiasa membongkar CPU dan laptop dari semenjak masih kuliah. Tapi untuk perangkat Mac, saya baru bisa memegangnya sekarang, artinya pengalaman saya terhadap perangkat ini sama sekali newbie. Untunglah sekarang YouTube sudah mudah diakses, karena dari situlah saya belajar untuk membongkar perangkat Mac, terutama untuk MD101. Dari hasil pencarian dan menonton di beberapa tutorial sejenis, saya menyimpulkan bahwa membongkar MacBook Pro MD101 tidak terlalu sulit.

Saatnya praktek…

Seperti tutorial yang telah saya tonton, ada urutan untuk membuka 10 mur di bagian bawah MD101, karena dari 10 mur tersebut, ada 3 mur yang bentuknya lebih panjang daripada yang lain. Lokasinya yang dekat dengan engsel, sehingga saya perlu memastikan mur-mur tersebut tidak tertukar atau hilang. Ketika proses pelepasan mur selesai, saya tinggal membuka penutupnya saja dengan mudah. Kesan pertama saya melihat interior MD101 adalah… kagum.

 

Apple benar-benar merancang semua produknya dengan detil, tidak terkecuali di MD101 ini. Dengan mudah saya mengurutkan kabel, tuas, dan mur untuk melepas RAM dan Harddisk bawaan untuk kemudian ditukar dengan RAM dan SSD yang baru. Prosesnya sangat mudah, bahkan menurut saya dapat dilakukan oleh pengguna awam sekalipun. Mungkin cuma masalah keberanian saja yang membuat pengguna Mac lebih memilih membayar ke service center untuk menambah perangkat, atau alasan lain lebih suka memanfaatkan garansi produk.

Saya tidak cerita mengenai detil pemasangan, karena tutorialnya sudah banyak tersedia di YouTube. yang jelas, saya hanya membutuhkan waktu 15 menit dari awal membuka mur hingga MD101 bisa dinyalakan kembali. Sangat cepat dan mudah.

Oh iya sebelum memasang harddisk, saya melakukan cloning data dari harddisk lama ke SSD. Prosesnya cukup menyambungkan SSD melalui kabel USB ke Mac kemudian menjalankan aplikasi Carbon Copy Cloner. Karena isi file saya hanya 28 GB, maka proses yang dibutuhkan sangat cepat, tidak lebih dari 30 menit saja. Untuk penyambungan SSD ke Mac, saya menggunakan HDD Enclosure, tapi jika ingin menggunakan alat lain sih bisa saja.

Kesimpulannya, dari sekian banyak perangkat yang pernah saya bongkar-pasang. Perangkat Mac merupakan yang terbaik dan termudah. Sekarang kinerja MD101 saya rasa bisa bersaing dengan perangkat MacBook Pro keluaran terbaru deh.

 

New Gear, MacBook Pro MD101

New Gear

Ceritanya saya barusan beli laptop untuk menunjang pekerjaan sehari-hari, kali ini mau ikut-ikutan jadi fanboy Apple dengan membeli MacBook Pro MD101. Alasannya sederhana, selama saya ngantor di Jakarta ternyata disana cukup banyak pengguna perangkat Mac, dan pengetahuan saya tentang perangkat Mac bisa dibilang tidak ada. Jadi misalnya ada pertanyaan atau pekerjaan yang berhubungan dengan Mac tentu saja saya nggak bisa menyesuaikan diri.

Di saat yang bersamaan, laptop saya Asus N43SL mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Misalnya terkadang dvd drive suka membuka sendiri tanpa diperintah, laptop jadi cepet panas padahal sudah beberapa kali dibersihkan, kemudian beberapa port seperti HDMI dan VGA mulai menunjukkan kelelahan untuk dapat melayani saya selama 5 tahun terakhir ini. Padahal laptop Asus itu sudah saya upgrade dengan RAM 8 GB dan SSD drive, ternyata penuaan tetap tidak bisa dilawan.

Akhirnya, setelah berkonsultasi dengan Betemen Loenpia dan teman di kantor, saya memutuskan untuk mencoba beralih ke perangkat Mac. Pertimbangannya, Mac dapat mendukung kebutuhan saya seperti presentasi, mengetik, web development, dan sys-admin. Sebelumnya saya sudah pernah mencoba pakai MacBook teman dan memang merasakan bahwa perangkat ini bisa mendukung pekerjaan saya.

Eh jadi ingat, di awal tahun 2008 saya pernah bercita-cita ingin membeli MacBook Pro tapi waktu itu belum punya uang yang cukup. Tapi waktu itu saya yakin bahwa suatu hari saya akan mampu membeli perangkat itu. Mungkin ini pertanda dan inilah saatnya.

Dari hasil konsultasi sebelumnya, ternyata saya tidak perlu membeli perangkat MacBook Pro yang baru, apalagi dengan yang Retina Display. Saya membutuhkan MacBook yang “upgradable”, sedangkan perangkat MacBook keluaran 2013 hingga sekarang sudah tidak dapat diupgrade. Setelah berselancar di berbagai tempat, saya mendapat kesimpulan bahwa MacBook Pro keluaran mid 2012 dengan seri MD101 merupakan generasi terbaik karena sudah dibekali Intel Prosesor i5 generasi 3, RAM dapat diupgrade hingga 16 GB, dan Harddisk dapat diupgrade menggunakan SSD drive. Ukuran layar yang 13 inchi juga pas untuk kebutuhan saya. Masalah bobotnya yang termasuk berat, menurut saya tidak masalah karena ternyata masih lebih berat Asus N43SL.

Masalah berikutnya adalah pencarian barang, ini karena saya mencari barang second tapi tentunya ingin kualitas yang masih bagus. Meskipun sudah banyak marketplace berdiri, saya tetap kembali ke selera asal, yaitu KasKus. Disanalah akhirnya saya menemukan penjual yang memiliki MD101 dengan kualitas 96% dengan penyok minor yang ternyata nggak keliatan. Harga yang ditawarkan juga oke, setelah negosiasi saya bisa mendapatkan dengan harga 8 juta rupiah saja. Uniknya, penjual ini menawarkan menggunakan layanan Tokopedia untuk memanfaatkan layanan cicilan 0%, wah boleh juga tuh. Sistem escrow yang dimiliki Tokopedia juga melindungi saya dari penipuan karena dana baru bisa diteruskan ke penjual ketika barang sudah sampai ke tangan. Jadilah saya membeli MacBook Pro MD101 dengan cicilan 0% dari Tokopedia hahaha.

Bagaimana dengan nasib Asus? Sekarang dia pensiun dan gantian melayani Bale Bandeng di rumah sebagai laptop operasional. Dia sudah tidak perlu mengikuti saya bolak-balik Semarang-Jakarta tiap minggunya, semoga sudah jadi lebih tenang.