Categories
Teknologi

Install Aplikasi Android di BlackBerry 10.2

 

android-on-z10

Blackberry OS 10.2 sudah mulai jamak di Indonesia, apalagi setelah diluncurkannya Blackberry Z3 dengan codename Jakarta. Masalahnya adalah, jika kita punya perangkat smartphone dengan Blackberry OS 10 maka aplikasi yang tersedia di Blackberry World masih terbatas, belum sebanyak jika dibandingkan dengan Google Play atau iTunes. Ini bisa menjadi penghambat untuk menikmati Blackberry OS 10.

Sebetulnya artikel ini (lagi-lagi) sudah terlambat, soalnya saya sudah sering melakukannya di Blackberry Z10. Tapi tak apalah, daripada tidak sharing sama sekali *halah*

Jadi, mulai Blackberry versi 10.2 sudah bisa untuk menginstall langsung aplikasi Android tanpa perlu melakukan konvert ke eksetensi khusus Blackberry. Sebagai informasi, file Android itu ekstensinya .apk, sedangkan untuk Blackberry menggunakan ekstensi .bar. Nah, dulu sebelum versi 10.2, saya harus repot-repot melakukan konversi file .apk ke .bar. Tentu ini nggak praktis, dan saya merasa akan ada sesuatu yang hilang. Sekarang, hal itu tidak perlu lagi. Saya cukup download langsung file .apk dari Google Play, kemudian copy ke perangkat Blackberry, kemudian langsung klik untuk memulai instalasi.

Trus cara download file .apk dari Google Play caranya bagaimana? Ini memang agak tricky, karena Google Play mewajibkan kita untuk terhubung dengan perangkat supaya bisa mengakses Google Play, padahal perangkat yang kita miliki hanyalah Blackberry. Solusinya, saya menggunakan layanan dari Evozi yakni APK Downloader untuk langsung mendownload file .apk dari Google Play.

Cukup memasukkan URL aplikasi di Google Play ke dalam web APK Downloader, maka kita bisa langsung mendapatkan file .apk langsung dari Google Play. Kekurangannya tentu untuk masalah update aplikasi, karena perangkat kita tidak terhubung langsung dengan Google Play, maka jika ada update baru aplikasi, tidak akan ada notifikasi yang muncul. Solusinya saat ini biasanya saya rajin-rajin mengecek langsung ke Google Play apakah ada updatean terbaru untuk aplikasi tersebut.

Aplikasi yang sudah saya install dengan baik adalah Path, Waze, dan Instagram. Kebetulan ketiga aplikasi itu tidak tersedia di Blackberry World, mungkin hanya Waze saja yang tersedia itupun juga hasil convert. Maka lebih baik saya menginstall ketiga aplikasi itu langsung dari file .apk yang saya dapatkan dari Google Play.

Gambar saya ambil dari sini.

Categories
Tulisan

Martabak Mie “Moving Forward”

Jadi ceritanya dalam rangka memperingati hari Kartini, kantor membuat semacam lomba antar fakultas, salah satunya adalah lomba memasak bagi bapak-bapak. Berhubung dulu pernah jualan siomay dan sup jagung di acara Dies Natalis, maka saya didapuk untuk ikutan lomba masak.. Iya.. lomba masak!

Tema lomba masak ini adalah lomba kreasi dari mie. Semua bumbu disediakan oleh panitia dan memasaknya harus menggunakan anglo. Anglo itu adalah semacam kompor tradisional yang bahan bakarnya menggunakan bara arang trus harus dikipas-kipas untuk menyesuakan tingkat panas. Setiap tim terdiri dari 2 orang bapak-bapak dan penyelenggaraanya ada di Auditorium USM. Karena pada bulan April itu saya sedang ada beberapa kegiatan, akhirnya ide mau masak apa baru dipikirkan pada saat H-1, tapi belum ada judulnya. Intinya saya mau bikin omelet yang biasa dijual sama aa’ burjo di deket kosan. Malamnya saya coba dulu dirumah untuk merancang dressing yang cantik, akhirnya barulah dapat ide nama yaitu, Martabak Mie “Moving Forward”.

Bahan-Bahan

  1. Sebungkus Indomie.
  2. 2 butir telur.
  3. 1 sosis diiris kecil.
  4. 3 butir bakso diiris kecil.
  5. 1 daun bawang diiris tipis.
  6. Daging ayam dipotong dadu secukupnya.
  7. 1 siung bawang putih digeprek.

Cara Memasak

  • Rebus mie sampai setengah matang, tiriskan dan sisihkan.
  • Pecahkan 2 telur dan masukkan ke dalam mangkok.
  • Masukkan bumbu Indomie termasuk minyak sayurnya.
  • Masukkan irisan sosis, bakso, dan daun bawang.
  • Kocok sampai rata kemudian sisihkan.
  • Panaskan 2 sendok makan minyak, kemudian tumis sebentar bawang putih sampai wangi.
  • Tiriskan bawang putih, kemudian sisihkan. Kita hanya akan gunakan minyak bawang putihnya saja.
  • Tumis daging ayam menggunakan minyak bawang putih sampai setengah matang, tiriskan.
  • Masukkan tumisan daging ayam ke dalam kocokan telur, aduk rata.
  • Masukkan mie yang tadi direbus ke dalam kocokan telur, aduk rata.
  • Masukkan kocokan telur tadi ke wajan yang berisi minyak bawang putih, gunakan api kecil.
  • Masak sekitar 2 menit, balik telur dengan hati-hati, masak lagi 2 menit.
  • Tiriskan dan letakkan pada piring saji, tambahkan dressing, sajikan

IMG_20140423_104824

Hasilnya nanti seperti gambar diatas, daann duyunoooo…. Kami juara pertama dalam lomba memasak! Hohohoho..

Categories
Tulisan

Tiket Kereta Mudik dan Balik Lebaran 2014 Sudah Habis

kai-penuh

Iya, tiket dengan jadwal keberangkatan kereta yang prime time seperti mudik hari Jumat 25 Juli 2014 dan kembali hari Minggu 3 Agustus 2014 sudah habis terjual. Rute yang saya maksud adalah Jakarta – Semarang, tapi saya rasa untuk rute yang lain pun juga akan sama saja. Ini merupakan efek dari diterapkannya sistem penjualan online oleh PT KAI.

Betapa tidak? Tiket kereta sekarang sudah dapat dibeli dari berbagai tempat, tidak perlu mengantri atau bahkan menginap di stasiun untuk mendapatkan tiket. Selain itu, jumlah tiket yang dijual juga terbatas menyesuaikan kapasitas gerbong, berbeda dengan beberapa tahun yang lalu dimana masih ada tiket berdiri atau tiket tanpa kursi.

Jika melihat dari skrinsyut di atas, terlihat update terakhir adalah jam 00:32, artinya PT KAI hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja untuk menjual tiket. Sekarang rebutan tiket levelnya sudah dinaikkan, tidak hanya sekedar di stasiun, tapi juga merambah ke Internet. Traffik yang tinggi membuat web KAI down selama masa periode penjualan dibuka. Susah dibuka dan nggak bisa kirim data adalah masalah yang selalu muncul di web KAI selama 4 tahun penyelenggaraan penjualan tiket online. Travel agent pun juga terkena getahnya, karena sistem yang digunakan oleh travel agent masih bergantung dengan API yang disediakan oleh KAI. Ketika sistem down, maka API juga ikutan down.

Mungkin nanti di tahun kelima (tahun depan) akan ada evaluasi sistem, sehingga saat terjadi lonjakan traffik pengunjung, sistemnya masih kuat melayani.

 

Categories
Teknologi

Berkenalan Dengan Amazon EC2

 

grp29_aws_ec2

Postingan ini melanjutkan dari tulisan saya sebelumnya mengenai Amazon Web Services. Pada tulisan tersebut saya cerita telah menggunakan layanan AWS dengan produk bernama Amazon EC2. Nah, apakah Amazon EC2 itu?

Pada dasarnya, Amazon EC2 merupakan layanan IaaS dari AWS. Jadi dengan menggunakan layanan ini, maka saya mendapatkan seperangkat server yang dibayar tunai konfigurasinya dapat saya tentukan sendiri, tergantung kebutuhan dan budget. Amazon EC2 memiliki berbagai macam spesifikasi server yang bisa dipilih. Kemudian, sesuai asas cloud computing dimana sebuah layanan bisa dimodifikasi sewaktu-waktu, maka Amazon EC2 pun demikian. Kita dapat melakukan upgrade atau downgrade sewaktu-waktu.

Perhitungan biaya pada Amazon EC2 juga menganut faham pay-per-use. Hitungan yang digunakan adalah dengan satuan jam. Misalnya kita menggunakan selama sebulan, maka hitungan kasarnya akan dihitung selama 750 jam. Berapa biayanya? Sekali lagi, tergantung spesifikasi yang dipilih, dan lokasi dimana EC2 berada. Selengkapnya, silakan lihat disini.

Ternyata, kita bisa memilih lokasi server. Dimanapun lokasi server kita berada, akan tersambung dalam network Amazon sehingga jika suatu saat akan memindah server tidak begitu merepotkan. Apalagi jika nantinya mau menggunakan layanan AWS yang lain, seperti CloudFront atau S3, maka EC2 akan langsung terintegrasi dengan mulus. Lokasi terdekat dari Indonesia berada di Singapura. Saya rasa tidak masalah karena Singapura juga merupakan gateway Internet untuk wilayah Asia Tenggara. Jadi diakses dari dalam atau luar juga sudah cukup cepat.

Mungkin jika sudah pernah menggunakan layanan VPS, maka untuk menggunakan layanan Amazon EC2 ini tidak akan mengalami kesulitan. Kita bisa menginstall setiap Instance (sebutan untuk satu mesin EC2 yang kita gunakan) dengan sistem operasi yang diinginkan. Setiap Instance akan berfungsi selayaknya kita menggunakan VPS, untuk melakukan manajemen juga telah disediakan control panel yang memungkinkan untuk melakukan reboot, shutdown, dan lain sebagainya. Akses SSH juga telah disediakan bila terbiasa mengakses server melalui console. Bagaimana akses yang lain seperti FTP dan Web? Silakan install sendiri saja.

Lalu apa bedanya Amazon EC2 dengan VPS? Pada dasarnya mereka sama, hanya berbeda dalam segi keilmuan. Amazon EC2 merupakan layanan cloud computing dengan model IaaS. Sedangkan VPS merupakan produk dari virtualisasi. Virtualisasi sendiri merupakan salah satu bagian dari cloud computing, sehingga ini merupakan produk yang sama, namun tentunya karena Amazon EC2 merupakan teknologi cloud, sehingga memiliki fitur tambahan seperti mudah dikonfigurasi (upgrade-downgrade) dan sistem pembayaran yang pay-per-use.

Elastic IPs

Pada saat Instance EC2 diciptakan, maka kita hanya baru mendapatkan public DNS yang sangat panjang. Misalnya: ec2-54-254-218-20.ap-southeast-1.compute.amazonaws.com. Selain itu public DNS ini akan berganti setiap kita melakukan reboot. Tentunya ini akan merepotkan jika akan membangun sebuah server dengan domain yang terpointing. Solusinya adalah dengan menggunakan Elastic IPs yang kemudian di-attach ke Instance EC2 yang kita miliki. Maka nanti Instance EC2 akan memiliki ip public yang dapat kita gunakan.

Untuk melakukan konfigurasi Elastic IPs ini bisa Anda lakukan melalui control panel Amazon EC2, jadi masih berada di satu tempat. Urutannya, setelah Anda membuat instance EC2, maka lanjutkan dengan membuat Elastic IPs, kemudian attach Elastic IPs tadi ke instance EC2 yang Anda miliki.

Dokumentasi mengenai Amazon EC2 secara lengkap dapat Anda akses disini.

http://www.youtube.com/watch?v=Px7ZPLq4AOU

Categories
Teknologi

Belanja Online Dengan VCN BNI

Baiklah, ini memang postingan yang sudah termasuk terlambat. Layanan ini sudah diluncurkan oleh BNI sejak beberapa waktu lalu, saya pun sudah sering menggunakan fasilitas ini untuk membayar transaksi di Steam dan Agoda. Tapi hey! Tidak ada kata terlambat untuk berbagi pengalaman khan? *ahlesyan*

Oke, jadi ini tulisan tentang apa? Singkatnya tulisan ini bisa mengajak Anda untuk semakin rajin berbelanja online hahahaha.. Bagaimana tidak? banyak sekali konten digital yang tersedia di Internet, hanya saja untuk mendapatkannya terkadang kita harus membayar (dan membajak tentunya). Bayarnya pakai apa? Kartu kredit.

Kartu kredit memang menggiurkan, dengan gesek saja maka kita sudah bisa mendapatkan barang yang kita inginkan, dengan mengetik beberapa informasi yang ada di kartu kredit, kita sudah bisa membeli lagu, film, software, atau bahkan tiket penerbangan dan voucher hotel dengan mudah. Tapi hati-hati dengan selisih kurs yang ditetapkan oleh bank penerbit, saya pernah menulis mengenai selisih kurs pada kartu kredit.

Bagaimana dengan yang nggak punya kartu kredit? Atau mungkin limit kartu kredit sudah mencapai puncaknya? Atau bahkan nggak bisa bikin kartu kredit karena masalah administrasi? Masa kita nggak bisa menikmati Internet setara dengan pemilik kartu kredit? Nah, untuk hal ini BNI memberikan solusi cerdas dengan meluncurkan layanan BNI Debit Online, dengan produk yang bernama VCN (Virtual Card Number). Anda bisa baca keterangan lengkapnya langsung di halaman ini.

Review

Untuk menggunakan VCN, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu Anda harus punya rekening BNI Taplus + SMS Banking. Kebetulan universitas menggaji saya dengan rekening BNI TAPA, maka saya selo bikin rekening BNI Taplus hanya demi pengen coba VCN. Selanjutnya untuk registrasi SMS Banking, cara paling mudah adalah saat membuat rekening BNI Taplus, langsung rekues aktivasi SMS Banking dan Internet Banking sekalian aja.

Untuk cara menggunakan layanan VCN ini, saya kasih skrinsyutnya saja biar lebih jelas dan nggak perlu ngetik banyak-banyak.

 

IMG_20140503_194701

Yang saya perhatikan, saat kita sudah mendapatkan VCN, jangan langsung digunakan. Tunggu sekitar 10-15 menit supaya nomor VCN yang barusan digenerate itu dikenali oleh payment system. Setelah itu, tinggal masukkan saja informasi VCN ke form yang tersedia. Bagaimana jika meminta informasi pribadi seperti nama, alamat, dll? Masukkan saja sesuai dengan data yang tercatat pada saat Anda membuat rekening BNI Taplus.

Berapa lama VCN ini berlaku? Menurut pengalaman, nomor VCN itu hanya berlaku 1 jam, ini merupakan solusi terbaik dan teraman menurut saya. Jadi saya tidak perlu khawatir untuk berbelanja online, yang perlu saya khawatirkan adalah jumlah saldo saja huhuhu..

Jika masih bingung silakan buka FAQ VCN