Ini Dia Destinasi Wisata Mahal di Dubai yang Siap Menguras Seluruh Isi Kantongmu

Ini Dia Destinasi Wisata Mahal di Dubai yang Siap Menguras Seluruh Isi Kantongmu

Dubai merupakan bagian dari Uni Emirat Arab yang sangat terkenal dan paling kaya di bagian Timur Tengah. Kekayaan mereka berasal dari tambang minyak menjadi kebanggan negara ini. Tidak hanya itu, kekayaan Uni Emirat Arab juga berasal dari perdagangan, real estate dan konstruks,i serta juga dari pelayanan keuangan.

Untuk berlibur kesana memang bukan rahasia lagi jika kamu harus menyiapkan budget yang gak sedikit, negara yang terkenal dengan pembangunan yang megah dan mewah ini sangat disorot bagi wisatawan internasional. Dubai juga kerap kali mengadakan festival tahunan seperti Dubai Shopping Festival (DSF) dan Dubai Summer Surprises (DSS) yang pengunjungnya mencapai 4 juta pengunjung. Berikut ini beberapa objek wisata mahal di Dubai yang bisa dijadikan referensi.

Bujr Khalifa

Pexels

Bujr Khalifa merupakan gedung pencakar langit tertinggi di dunia, tingginya mencapai 828 meter atau setara 2.717 kaki. Jika kita ingin melihat seluruh keindahan kota Dubai, maka menara ini adalah spot terbaik. Di gedung menara ini juga terdapat pusat perbelanjaan besar serta terdapat juga beberapa ruang kantor, hotel, serta apartemen hunian.

Bila tak mampu liburan ke Dubai, maka jelajahi saja Indonesia misalnya ke Solo. kamu bisa menginap di hotel bagus di Solo dan terbang dengan promo tiket pesawat Citilink yang dapat di beli di Reservasi.com.

Bujr Al Arab

Pexels

Bujr Al Arab merupakan hotel termewah di dunia dan tertinggi ke-4 di dunia. Kemewahan dan kemegahannya telah tersohor hingga ke seluruh dunia. Hunian mewah ini dibangun di pinggir pantai. Hotel yang didesain dengan bentuk kapal layar ini memiliki 66 lantai dan dibangun oleh seorang arsitek yang bernama Tom Wrighat.

Saat menginap di Bujr Al Arab ini kita akan diperlakukan bak seorang raja atau ratu, terdapat juga kamar hotel aquarium yang membuat kita serasa berada di alam bawah laut dengan ikan-ikan cantik yang berlalu-lalang. Tapi, untuk menginap di hotel ini kita harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Hotel mewah berkelas internasional ini sangatlah mahaaalllll……

Menginap di hotel bagus di Solo tentu tidak dapat menyamai sensasi menginap di Burj Al Arab bukan? Maklum harga permalamnya saja selangit.

Palm Jumeirah

Youtube

Palm Jumeirah ini merupakan pulau buatan yang dibangun oleh Nakheel. Kenapa diberi nama pulau Palm Jumeirah? Itu karena dibangun di pesisir pantai Jumeirah dan bentuk pulau ini seperti pohon palem dengan sebuah batang. Tidak hanya menyediakan hotel serta hunian mewah, Palm Jumeirah juga menyediakan pusat perbelanjaan mewah, olahraga air, dan juga aquarium.

Tak perlu khawatir dengan moda transportasi apa yang harus dinaiki saat menuju Palm Island, karena pulau ini telah menyediakan monorail yang dapat menampung 2-3 ribu pengunjung untuk keluar-masuk setiap harinya. Tapi sayangnya, pulau ini hanya bisa didatangi oleh orang-orang kaya dan memiliki penghasilan sangat besar, karena harganya yang sangat-sangat mahal.

Ski Dubai

TravelOnline

Dubai, hal pertama yang akan ada dibenak kita adalah gurun pasir dan cuacanya yang panas. Namun tidak perlu khawatir, negara ini membangun tempat permainan ski indoor resort yang terdapat salju buatan. Kita bisa melakukan berbagai jenis kegiatan di tempat ini seperti snowboarding.

Bagi kamu yang belum pernah melihat salju serta dinginnya saat bermain ski, tempat ini adalah pilihan yang sangat tepat. Tidak perlu khawatir dengan peralatan yang akan kamu gunakan, karena di tempat ini sudah disediakan. Namun, lagi-lagi harganya gak murah ya.

Dubai Mall

ShutterStock

Mall yang ada di Dubai ini merupakan mall terbesar dan termewah yang ada di dunia. Desain dan interiornya yang sangat menarik karena di dalam mall ini pengunjung akan dimanjakan dengan adanya aquarium yang berukuran besar dengan beberapa hewan laut yang ada disana seperti ikan hiu, ikan pari serta ikan-ikan lain yang menakjubkan.

Bagi kamu penggila belanja yang fashionable, di mall ini juga tersedia toko-toko fashion dari berbagai brand yang sangat terkenal di dunia.

Gold Souk

Dubai Visa UK

Gold Souk merupakan  surga pecinta emas dan perhiasan yang memukau. Di tempat ini disediakan beragam jenis emas dengan variasi model, jenis emas, serta kadar karat yang ada di perhiasan tersebut. Pasar emas ini sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Saat ingin berkunjung disini, disarankan untuk membawa budget yang tidak dibawah rata-rata ya, karena kamu pasti akan tergoda dengan keindahan berbagai jenis desainnya.

Itulah deretan tempat wisata termahal yang ada di Dubai. Jangan lupa untuk menabung ya jika ingin berlibur dengan mewah dan berkelas di Dubai.

Kalau tabungan kamu cukupnya cuma ke Solo maka jangan dipaksakan ya guys, berangkat saja ke Solo. setiba di Solo menginaplah di hotel bagus di Solo dan terbang pulang pergi dengan promo tiket pesawat citilink yang bisa kamu dapatkan di Reservasi.com.

Apakah Jempol Murahan?

Apakah Jempol Murahan?

Berawal dari obrolan di grup WhatsApp Loenpia.Net tentang keprihatinan terhadap beberapa pihak yang kerap melakukan hal-hal tidak lazim di Internet, kemudian merembet ke aktivitas yang tidak masuk akal, termasuk kebiasaan menyebarkan konten dari grup WhatsApp satu ke grup lainnya tanpa melakukan konfirmasi, memunculkan istilah Jempol Murahan.

Jempol Murahan adalah sifat seseorang yang lebih sering menggunakan jempolnya daripada hatinya.

Eh tapi omong-omong, tidak terasa tahun 2017 segera berlalu, terakhir kali menulis di blog adalah ketika ulang tahun Loenpia.net yang ke 12 di bulan Oktober.

Sudah cukup lama ya? Mau cerita sedikit ah…

Selama 3 bulan terakhir ini lebih banyak disibukkan dengan pekerjaan yang berkaitan dengan social media. Misalnya merawat mesin analitik social media milik kantor, turut berkontribusi membangun “Chatbot” yang bisa berjalan di social media, hingga membantu membangun beberapa website sekaligus mengoptimasinya. Alhasil, saya ikut terpapar segala konten yang berasal dari social media, dan itu terkadang membuat saya prihatin.

Saya bukan pengguna social media aktif, di smartphone hanya menginstall Twitter, Facebook dan Instagram, itupun juga karena pekerjaan yang mengharuskan saya untuk memilikinya. Selebihnya hanya aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi dan terjebak masuk ke grup-grup nggak jelas, terutama grup keluarga.

Saya sudah hidup di Internet lebih dari 15 tahun, dan sudah cukup mengerti bagaimana Internet ini bekerja. Adapun tujuan Internet lahir pada awalnya adalah untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain yang terpisah jarak dengan waktu yang singkat. Zaman dulu, komunikasi yang bisa dilakukan pada awalnya berupa teks, kemudian berkembang bisa saling bertukar gambar, suara, video secara bergantian. Zaman now? Kita bisa melakukannya secara real-time.

Kemudian saat ini pengguna Internet di Indonesia telah menyentuh segala lapisan usia dan latar belakang, siapapun dapat menggunakan Internet hanya dengan bermodalkan smartphone 800 ribuan dan koneksi WiFI. Pada satu sisi, perkembangan ini cukup menggembirakan. Penetrasi Internet hingga ke daerah merupakan impian kami sejak dulu, karena keterbukaan informasi itu merupakan hak asasi manusia.

Namun sayangnya, kecepatan penetrasi ini tidak diimbangi dengan edukasi yang cukup kepada penggunanya. Meskipun ada gerakan Internet Sehat, cakupan yang bisa kami jangkau sangat terbatas apabila dibandingkan dengan jumlah pengguna baru Internet setiap harinya. Alhasil, saat ini bisa dibilang banyak pengguna Internet yang kurang cakap menggunakan Internet. Apabila diibaratkan, mirip seperti anak kecil yang diberi sepeda motor kemudian dia menyetir ke jalan raya. Selain bisa membahayakan diri sendiri, juga bisa membahayakan orang lain.

Apapun yang ada di Internet, siapapun bisa membuatnya. Ini adalah poin yang kurang disadari.

Kembali ke topik Jempol Murahan.

Beberapa kali saya meladeni postingan di grup keluarga, terutama ketika ada seorang anggota grup posting artikel yang seakan-akan benar. Niatnya mungkin baik, ingin menyebarkan informasi yang dirasa berguna, namun isi kontennya tidak divalidasi. Biasanya isi postingannya ada kata-kata yang manis, terkadang disisipi dengan kutipan artikel, jurnal, penelitian, atau bahkan ayat suci, kemudian sering ada nama-nama populer yang mendukungnya, paling terakhir dan pasti tidak akan lupa, adalah ajakan untuk ikut menyebarkan informasi itu ke rekan-rekan yang lain. Saking seramnya, kadang diberi ancaman apabila tidak ikut menyebarkan maka akan mendapatkan musibah.

Wow!

Musibah bisa didownload dari Internet.

Kegiatan seperti ini harus dihentikan! Saat masih aktif mengadakan pengabdian yang bertemakan Internet Sehat, saya sering bilang ke peserta untuk jangan percayai apapun di Internet. Sifat ini harus ditanamkan dalam kalbu dimasukkan ke dalam pikiran, dan dilakukan ke dalam perbuatan. Karena nanti secara otomatis kita akan melakukan validasi terhadap berita yang baru saja kita baca.

Selain itu, jangan cepat untuk menyebarkan apapun dari Internet. Kenapa? Ya karena apapun di Internet tidak bisa dipercaya.

Cek dulu kebenarannya, jangan sampai Anda dicap sebagai Jempol Murahan.

Ditulis dalam rangka kampanye Anti Jempol Murahan oleh Komunitas Blogger Loenpia.Net. Tulisan lainnya:

  1. Didut – Jangan Jadikan Jempolmu Muarahan
  2. Daeng Ipul – Jangan Jadi Bagian Jempol Murahan
  3. Gita – Biar Jempolmu Ngga Jadi Jempol Murahan
  4. Jiban – Jempol Murahan=Jempol Kadaluarsa
  5. Mbak Latree – Jangan Jadi Jempol Murahan
  6. Bunsal – Nggak Mau Jempol Murahan? Ini Cara Asyiknya
  7. Okky – Kamu Kaum #JempolMuarahan?
  8. Mbandah – Jempol Murahan, Cek sebelum Share
  9. Slam – Jempol Murahan Musuh Baru di Sosial Media
  10. Arief – Jempol Murahan dan Echo Chamber
  11. Budiyono – Waspadai Jempol Murahan di Sekitar Kita

Seloesin Loenpia.Net

Seloesin Loenpia.Net

Selamat Ulang Tahun Ke 12 Komunitas Blogger Semarang, Loenpia.Net.

Tidak terasa komunitas yang dibangun dengan iseng-iseng saja, sekarang sudah berubah menjadi sebuah keluarga. Pertemanan yang hanya bermula dari pertemuan di dunia maya, sekarang sudah berubah menjadi bagian keluarga yang tidak terpisahkan setiap hari. Obrolan yang tadinya seputar teknologi dan Internet, sekarang sudah berubah menjadi obrolan seputar info diskon susu dan popok.

Iya, kami telah berubah.

Berubah ke arah yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Kami berubah dari komunitas berisikan anak muda, menjadi komunitas manusia berumur yang sudah tidak tahan lagi dengan angin malam. Niatan untuk kopdar biasanya akan berakhir menjadi wacana yang tak berkesudahan, namun uniknya jika tidak ada niatan untuk bersua, maka secara ajaib akan tercipta acara kopdar dadakan. Isi obrolannya juga sudah berubah, tidak lagi ngomongin blog, tapi sudah ngomong masalah kesehatan atau investasi masa depan.

Begitulah, pertemanan hingga belasan tahun memang membuat siapapun yang berada di lingkaran itu menjadi kuat. Mudah-mudahan bisa terus bertahan hingga seterusnya, sampai ke generasi selanjutnya.

Membuat Website Pernikahan

Membuat Website Pernikahan

Beberapa hari lagi, saya akan melangsungkan pernikahan dengan pasangan saya. Persiapan telah dirancang jauh hari, koordinasi telah dilakukan serapi mungkin, undangan pernikahan juga telah didistribusikan sedini mungkin. Namun kemudian saya menyadari bahwa ada sesuatu yang kurang dalam informasi yang disampaikan di kartu undangan.

Iya, tidak semua orang mengenal saya ataupun Ami (pasangan saya), jika pun ada paling juga hanya orang yang pernah sekantor saja. Selain itu, saya yakin hal ini juga menimpa ke saya atau ke sebagian besar Anda, ketika menghadiri undangan pernikahan tapi nggak kenal dengan siapa yang menikah atau menjadi pasangan nikahnya.

Maka dari itu, saya membuat website pernikahan saya sendiri. Ide ini terinspirasi dari mas Budiyono yang pernah membuat website serupa untuk pernikahannya. Saya juga membuat URL yang sama dengan memanfaatkan nama domain yang telah saya miliki sebelumnya.

Urlnya: https://pernikahan.ami.dan.yogie.id

Itu adalah url yang saya buat, sengaja dibuat panjang dan langsung menginformasikan apa yang ada di dalamnya. Tadinya mau diisi dengan informasi atau foto-foto mengenai kami berdua, tapi kemudian disinilah kami sadar, bahwa ternyata kami berdua sama-sama tidak suka difoto dan sama-sama tidak suka mempublikasikan informasi di Internet. Ditambah, kami juga tidak mengadakan sesi foto pre-wedding. Mahal…

Akhirnya, websitenya hanya berisi informasi kecil namun tetap menggunakan standar yang telah saya tetapkan setiap membuat website untuk klien.

  • Dibangun menggunakan CMS WordPress di DigitalOcean cloud server.
  • Implementasi child themes Jupiter
  • Optimasi web cache
  • Optimasi SEO On-Page
  • Optimasi image compression
  • Implementasi CDN
  • Implementasi HTTPS, HTTP/2, dan HSTS
  • Menggunakan 4096 bit RSA Key (iya, saya selo)
  • Image Gallery dengan Instagram crawl by hashtag #amiyogie
  • Nempelin Paypal Donation (hahahaha…)

Semuanya dibuat dalam waktu 2 hari dan akan diaktifkan hingga waktu yang tak pernah ditentukan lagi.

Jalan-Jalan Ke Surabaya

Jalan-Jalan Ke Surabaya

Apa yang akan Anda lakukan, jika datang ke suatu kota tanpa rencana? Itu yang saya alami pada pertengahan bulan Juli 2017 lalu. Sewaktu perjalanan pulang ke Semarang dari Jakarta, ternyata saya ketiduran di Stasiun Tawang dan akhirnya terbawa kereta api hingga ke… Surabaya.

Untunglah sewaktu pemeriksaan tiket, saya terlewatkan oleh pak kondektur sehingga tidak disuruh membayar denda, atau diturunkan di stasiun terdekat. Misalnya saya betul diturunkan, bakalan lebih bingung karena saat saya tersadar masih jam 03:30 pagi dan entah sedang berada dimana. Tapi setidaknya saya sudah habis diketawain sama cah Loenpia di grup WhatsApp.

Oke, setelah 3 jam perjalanan sampailah saya di Stasiun Pasar Turi Surabaya. Kebetulan saya sudah menunaikan Shalat Subuh di kereta dan sempat membeli tiket kereta untuk perjalanan pulang di sore harinya, maka hal yang pertama saya cari adalah kamar mandi.

Saya membayangkan Stasiun Pasar Turi akan megah seperti Stasiun Gambir, namun ternyata bayangan saya salah. Stasiun ini tidak lebih besar daripada Stasiun Tawang, dan sayangnya kebersihan kamar mandinya kurang terjaga. Tapi berhubung harus segera menunaikan hajat pagi, maka ya harus menerima apa adanya.

Setelah urusan hajat terselesaikan dengan damai, maka saatnya berpetualang. Saya keluar stasiun dulu untuk menuju ke tempat cetak mesin tiket. Untunglah tadi memutuskan untuk langsung membeli tiket, karena setelah saya cek, semua tiket kereta ke arah Barat sudah habis terjual hingga hari Minggu (saat itu hari Jumat). Saya menuju ke Indomaret untuk membeli segelas kopi dan Pop Mie untuk sarapan, sekaligus membuat rencana hingga jam 16:00 nanti.

Saya perlu mandi, itu yang terlintas di pikiran. Berhubung masjid di sekitar stasiun menurut saya kurang layak untuk menumpang mandi, maka saya andalkan Google Maps untuk mencari masjid yang besar. Saya mendapatkan sebuah masjid yang berlokasi 1 km dari stasiun, dan perjalanan di segera dimulai.

Perjalanan menuju Masjid Raudhatul Musyaawarah cukup menarik, saya diarahkan untuk melewati komplek pertokoan dan sempat mampir ke ATM BCA disana, kemudian melewati pasar yang cukup ramai, dan akhirnya sampailah ke tempat tujuan. Kebetulan saat itu petugas masjid sedang membersihkan untuk persiapan shalat Jumat, dan ketika melihat saya beliau langsung menunjukkan lokasi kamar mandi. Mungkin kelihatan banget saya belum mandi dan kebablasen sampai sini.

Masjid ini berlokasi di depan DPRD Jawa Timur, sehingga saya rasa masjid ini akan banyak jamaahnya dan terbiasa untuk menerima musafir yang mampir. Foto di atas saya ambil setelah mandi dan bersiap-siap untuk menuju ke lokasi berikutnya. Oh iya, di Surabaya sudah tersedia layanan transportasi online, itulah yang membuat saya tenang untuk jalan-jalan di Surabaya. Tinggal buka aplikasi Go-Jek, saya arahkan tujuan ke House of Sampoerna.

House of Sampoerna menjadi pilihan teratas saat saya mencari tempat wisata melalui Google Maps. Disini tersedia 2 hal yang bisa dinikmati, yaitu mengikuti wisata Surabaya Heritage Track (SHT) menggunakan bus berkeliling kota atau mengunjungi Museum Sampoerna yang berlokasi di House of Sampoerna.

Sayangnya, saya tiba di lokasi pukul 8:30 dan antrean pendaftaran SHT sudah panjang, dan ketika saya tanya slot untuk jam 9:00 pagi ternyata juga sudah habis, slot tersisa yang terdekat adalah jam 13:00. Berhubung saya tidak memiliki banyak waktu, maka saya foto-foto saja dan mau main ke museum saja yang baru dibuka nanti jam 9:00.

Bisnya keren ya? Katanya jika beruntung mengikuti tur SHT, kita akan dibawa ke beberapa tempat bersejarah di Surabaya dan diceritakan pula sejarah setiap objeknya, menarik. Nanti kapan-kapan saya akan datang kesini lagi dan memesan tempatnya dulu, karena ternyata boleh untuk memesan tempat melalui telepon.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Museum Sampoerna dibuka. Awalnya saya bingung karena pintunya tertutup, setelah bertanya kepada petugas ternyata memang pintu sengaja ditutup karena ada AC di dalam, saya cukup membuka pintu saja dan gratis tanpa tiket. Kebetulan di dalam sedang ada rombongan keluarga yang sedang berkunjung dan didampingi oleh pemandu museum. Jiwa backpacker saya muncul, langsung saja bergabung ke rombongan itu untuk sekedar ikut mendengarkan penjelasan mas-mas pemandu. Kayanya sih ada beberapa anggota rombongan yang ngeliatin saya waktu ikut rombongan dia, dianggap penyusup mungkin ya? Hihihihi…

Museum ini menarik, kebetulan saya juga memang suka main ke museum. Di museum ini kita bisa melihat sejarah awal Sampoerna hingga sekarang, banyak foto, tembakau, dan alat-alat yang dulu digunakan untuk produksi. Di lantai 2, kita bisa melihat secara langsung proses pelintingan rokok oleh wanita-wanita terampil. Sayangnya disini tidak boleh memotret, tapi kita bisa membeli souvenir disini.

Keluar dari museum, saya diinfokan ada pameran patung di gedung belakang. Tempatnya agak tersembunyi namun tenang, saya sempat melihat-lihat karya seniman disana dan cukup kagum dengan hasil karyanya. Lagi-lagi disini tidak boleh memotret, tapi tidak mengapa karena dengan melihatnya saja, saya sudah merasa cukup.

Perjalanan berikutnya adalah ke Monumen Kapal Selam, terima kasih kepada Okky yang hari itu banyak memberikan informasi tempat tujuan wisata di Surabaya. Tapi sebelumnya saya sempat beli Nasi Rawon yang berada di depan House of Sampoerna sebelum memesan Go-Jek lagi.

Monumen Kapal Selam ini sesuai dengan namanya, kita bisa masuk ke kapal selam sungguhan yang diletakkan disana, tiket masuknya IDR 10.000 saja. Kebetulan karena bukan masa liburan, saya bisa masuk ke kapal selam dengan lengang. Di dalam telah dipasang AC supaya tidak sumuk, kemudian mungkin seharusnya ada pemandu wisata yang akan bercerita, namun saat saya masuk mbak-mbaknya sedang makan siang. Jadilah saya masuk ke setiap bagian kapal selam sendirian. Iya, betul-betul sendirian karena memang sepi pengunjung.

Di dalam kapal selam, saya melihat banyak peralatan yang hanya bisa saya tonton di film, kemudian ada beberapa tulisan keterangan di setiap bagiannya. Kapal selam terbagi menjadi beberapa bagian yang memiliki fungsinya masing-masing. Pada setiap bagian ruangan terdapat pintu yang berukuran besar dan kecil, saran saya jika Anda membawa tas punggung yang besar, lebih baik tasnya dilepas dan dilempar ke dalam saat mau masuk ruangan dengan pintu kecil. Saya sempat nyangkut ketika mau pindah ruangan dengan kondisi tas masih saya panggul. Hihihi…

Saya membayangkan kehidupan di kapal selam tentu serba terbatas, maka jika kapal sedang sandar, pasti seluruh kru langsung mencari hiburan. Kunjungan saya di Monumen Kapal Selam dari pintu masuk ke pintu keluar hanya 15 menit. Saya mencari Video Rama yang tertulis di tiket, tapi tidak menemukannya, apa mungkin juga tidak buka? Saya juga melihat ada kolam renang disana, tapi khusus untuk anak-anak. Sebagai informasi, cuaca saat itu sangat terik, mungkin itu yang membuat kolam renang cukup ramai.

Berhubung waktu telah beranjak siang, maka saya perlu mencari masjid untuk Shalat Jumat. Berbekal Google Maps, saya mencari masjid terdekat dan besar. Saya memilih mengunjungi Masjid Muhajirin di dekat Pemkot Surabaya.

Cukup berjalan kaki selama 15 menit saya sudah sampai ke lokasi, oh iya di tengah perjalanan saya sempat memotret ikon Kota Surabaya yang saya jadikan featured image di postingan ini. Yang saya sukai dari Surabaya adalah trotoar yang ditata rapi dan nyaman bagi backpacker yang berkunjung.

Masjid Al Muhajirin yang saya kunjungi untuk Shalat Jumat ini cukup megah, terletak di dekat kantor Pemkot Surabaya dan jamaahnya sangat banyak. Saya sempat tiduran sejenak untuk meluruskan punggung dan kaki hingga jam 13:00 untuk kemudian mencari makan siang. Okky menyarankan saya untuk mencicipi Sate Klopo yang lokasinya tidak jauh dari masjid, seketika semangat kembali muncul dan langsung menuju kesana.

Saya baru tahu jika penjual Sate Klopo itu cukup banyak, kemudian yang terkenal dan ramai adalah Sate Klopo Ondomohen Bu Asih, namun karena oleh Google Maps diarahkan ke Pojok Malam, maka jadilah saya mampir kesana. Saat baca-baca review ternyata rasanya sama dengan Bu Asih, bahkan dijadikan alternatif jika warung Bu Asih sedang ramai. Memang ketika saya datang ke Pojok Malam, cukup sepi namun pesanan saya jadi cepat disajikan. Kapan-kapan saya akan mampir warungnya Bu Asih.

Kira-kira seperti itu bentuk satenya, satu porsi berisi 10 tusuk daging sapi yang dibaluri parutan kelapa sebelum kemudian dibakar. Hmmm… wanginya menggoda dan rasanya menjadi lebih kaya karena dari parutan kelapa yang ikut dibakar tadi. Seporsi Sate Klopo harganya IDR 20.000 saja.

Baiklah, setelah kenyang saatnya membeli oleh-oleh. Lagi-lagi saya bertanya kepada Google Maps dimana lokasi Bu Rudy untuk membeli sambal dan lain-lainnya. Kemudian saya diarahkan ke Bu Rudy yang beralamat di Jalan Anjasmoro. Tapi katanya Okky, disini bukan yang asli hihihi.. Nggak papa deh yang penting tetap bisa dapat sambalnya.

Ternyata perjalanan cukup jauh, tapi saya bisa melihat banyak spot-spot menarik di Surabaya. Pak Go-Jek yang mengantar saya cukup lihai membawa motornya, sehingga bisa cepat sampai ke tujuan. Sesampai disana saya disambut oleh bangunan dengan tulisan Bu Rudy yang sangat besar.

Disini tidak hanya menjual sambal, namun juga menjual oleh-oleh yang lain. Selain sambal, saya juga membeli petis, terasi, dan beberapa cemilan. Saya juga melihat ada beberapa pengunjung yang sedang makan siang disana, rupanya selain toko oleh-oleh, disini juga bisa untuk makan di tempat.

Saya tidak berlama-lama disini karena waktunya sudah mepet dengan jam keberangkatan saya ke Semarang. Kebetulan juga tidak banyak pengunjung sehingga proses pembayaran bisa diselesaikan dengan cepat. Selanjutnya langsung memesan Go-Jek lagi untuk mengantar saya ke Stasiun Pasar Turi.

Akhirnya, sampailah saya di Stasiun Pasar Turi. Sebagai backpacker dan turis yang baik, saya sempatkan memotret ikon Stasiun Pasar Turi yaitu lokomotif. Sebagai pengingat bahwa saya pernah kebablasen sampai sini akibat ketiduran. Seperti biasa, saya tidak pernah memotret diri sendiri, jadi harap maklum tidak ada foto saya yaaa. Sampai jumpa lagi Surabaya.

One Step Closer

One Step Closer

Iya, hari Minggu tanggal 12 Maret 2017, saya melamar pasangan saya. Prosesi lamaran yang sederhana, namun bagi kami berdua, sangat bermakna. Mengingat perjuangan kami untuk mencapai ke tahapan ini tidaklah mudah, banyak sekali tantangan yang sudah kami hadapi dan lalui bersama. Komunikasi yang kami bangun merupakan pondasi yang bisa membuat kami bisa sejauh ini, yang sekali lagi, ini tidak mudah.

Ke depannya, komunikasi akan terus ditingkatkan, tidak hanya antara kami berdua, namun juga ke seluruh keluarga besar. Kami percaya, bahwa membangun keluarga itu berawal dari komunikasi yang bermakna.

Meningkatkan Standar Itu Tidak Mudah, Tapi Bisa Dilakukan

Meningkatkan Standar Itu Tidak Mudah

Hai, Ini sudah bulan ketiga di tahun 2017. Sudah melakukan perubahan apa?

Tahun 2017 bagi saya diawali dengan hal-hal yang luar biasa, karena banyak sekali perubahan yang terjadi di sekeliling saya. Terutama dari hal pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mungkin sekali-kali saya cerita sedikit ya, biar blognya tidak berisi review dan artikel sok tau terus hahahaha.. Lagipula saya sudah jarang menulis lagi, harus mulai dibiasakan supaya kualitas tulisannya membaik.

Oke, saya mulai dari pekerjaan. Mulai bulan November 2016 lalu saya bergabung ke sebuah perusahaan digital di daerah Kemang, Jakarta Selatan sebagai Senior Engineer. Tugas saya sederhana; yaitu mengumpulkan tim baru, menentukan job-description, menyusun jadwal, dan mengatur ritme pekerjaan. Ini perlu saya lakukan karena perusahaan tersebut baru saja ditinggal oleh semua engineers, dengan kondisi hampir semua aplikasi memiliki bug.

Kebetulan saya kenal baik dengan pendirinya, jadi sebagai kawan yang baik, maka saya mengiyakan tawaran untuk membantu perusahaan sekalian belajar hal baru.

Apakah prosesnya mudah? Tidak! Sama sekali tidak mudah. Selama 2 bulan pertama saya stress dengan banyaknya tanggung jawab yang diemban, kemudian mengetahui bahwa semua aplikasi yang berjalan menggunakan bahasa yang berbeda dengan yang saya kuasai. Namun demikian, saya harus bertahan dan membuktikan bahwa saya bisa diandalkan. Akhirnya, mulai Januari 2017, tim baru mulai terkumpul dengan kualitas yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Saya bangga dan sangat menghormati kepada tim baru ini. Total engineer hanya 7 orang, namun yang fulltime di kantor hanya 1 orang. Sisanya? Remote!

Yup, ini tantangan. Semua engineer yang remote statusnya Senior Engineer dan hanya ngantor beberapa hari saja. Waktunya berbeda-beda, mulai dari hanya 1 hari (saya) hingga ada yang 3 hari, bahkan ada yang saya perbolehkan tidak perlu datang ke kantor. Disinilah tantangan untuk mengatur ritme pekerjaan diuji. Untunglah sebagai akademisi saya dekat dengan berbagai macam resources, saat ini saya sedang menguji salah satu metode di Agile Methodology sebagai fundamental mengatur pekerjaan di kantor. Meskipun awalnya terseok-seok, namun pada akhirnya semuanya dapat diatasi dengan baik. Yang penting komunikasi yang baik terus terjalin meskipun terpisah dengan jarak, dan disinilah saya mendapatkan pengalaman sebagai Project Manager.

Selain bekerja di Kemang, saya juga mengantor di salah satu perusahaan fitness di daerah Tanah Abang. Di kantor ini sebetulnya tidak banyak yang bisa saya lakukan, karena status saya ditransfer kesini semenjak kantor saya di Cipete ditutup. Kebetulan kantor Tanah Abang merupakan sister company dengan kantor Cipete sehingga saya bisa dipindah kesini. Perubahan pekerjaan sangat terasa, dari yang tadinya bekerja di Digital Agency, sekarang harus ngantor di corporate atau yang sering disebut juga sebagai Brand People. Disini semua sistem sangat berbeda dengan yang saya kuasai, juga berbeda bahasa dengan di kantor Kemang.

Jadi, saya ngantor di 2 tempat selama seminggu namun tidak menguasai semua bahasanya. Lalu saya kemudian menyadari, bahwa kemampuan Bahasa Pemrograman tidak bisa dijadikan andalan, namun kemampuan algoritma dan logika yang benar-benar diperlukan. Jadi, bukan berarti saya enak-enakan ngantor, digaji, tapi tidak melakukan apa-apa ya. Hal-hal yang saya perlu lakukan ternyata dipaksa untuk lebih tinggi lagi. Susah? Pasti! Tapi mulai awal Januari 2017 ini semua masalah mulai dapat diatasi, hal-hal yang tadinya saya rasa tidak mungkin saya lakukan, sekarang sudah dapat saya lakukan dengan nyaman. Disini adalah kantor yang sangat menyenangkan, namun kontrak saya di Tanah Abang berakhir di bulan Maret 2017 ini.

Sayangnya, ketika saya merasa sudah memiliki cukup bekal untuk dibagikan ke mahasiswa, terjadi perbedaan visi dengan institusi tempat saya mengajar. Hal ini cukup merugikan saya tentunya dan menghabiskan energi yang tidak sedikit, karena sudah berlangsung sejak 2015. Ini merupakan perubahan yang paling ekstrem di tahun 2017 ini, maka sudah saatnya saya mencari institusi yang memiliki kesamaan visi.

Saya percaya, bahwa mahasiswa Ilmu Komputer perlu dikenalkan teori dan praktikal secara berimbang dan up-to-date. Namun, terdapat hasil penelitian yang mengatakan bahwa, apapun yang kita pelajari di tahun pertama kuliah Teknik, akan basi di tahun ketiga. Maka, sebagai pengajar juga berkewajiban untuk mengejar ketertinggalan tersebut, dan itu mau-tidak-mau harus berani terjun ke industri untuk melihat sendiri bagaimana perkembangannya.

Baiklah, sudah cukup membahas mengenai pekerjaan.

Tahun 2017 ini saya merasa banyak perubahan di sekeliling dan di diri sendiri. Selain memiliki kelebihan, tentunya saya juga memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan saya adalah, saya sangat ekspresif, sehingga jika saya menyukai sesuatu, maka tidak segan untuk mengutarakan. Begitu juga sebaliknya, bila saya tidak setuju atau tidak berkenan pada sesuatu hal, maka saya tidak segan menunjukkannya. Ini ternyata membuat pikiran saya menjadi lebih ringan, karena saya bisa fokus terhadap pekerjaan dan pasangan.

Iya, saya akan melamar pasangan saya dalam 5 hari ke depan.

Doakan saya ya…

 

Selamat Idul Adha 1437H

Selamat Idul Adha 1437H

Yeaaayy… Lebaran Idul Adha tahun ini bisa saya rayakan di Semarang, tanggalnya pas banget di long weekend, tapi nanti malam sudah harus berangkat ke Jakarta lagi hahaha.. Alhamdulillah nanti malam dapat kereta Argo Muria Tambahan jam 18:55 yang dijadwalkan sampai Gambir jam 1 pagi, jadinya harus persiapan tidur di stasiun sampai waktunya Subuh sebelum melanjutkan perjalanan ke Istiqlal.

Idul Adha identik dengan kurban, Alhamdulillah tahun ini bisa menunaikan kurban meskipun tidak membeli kambing secara langsung, tapi melalui layanan marketplace secara online dan nantinya daging kurban akan disalurkan langsung melalui jaringan mereka. Saya membaca cukup banyak pro-kontra mengenai model kurban semacam ini, kalo saya sih yang penting saya sudah kasih amanah dan saya mempercayai mereka.

Karena nanti malam sudah harus berangkat, maka kegiatan sate-menyate untuk sementara ditunda dulu, sekarang upload gambar satenya dulu saja.

Akhir kata, selamat Idul Adha 1437H. Semoga makna berkurban dapat mengilhami kita semua (saya pada khususnya) dalam menjalani kehidupan dan bisa membuat kita menjadi orang yang lebih baik. Aamiiin.

Mandi Mahal di Stasiun Gambir

Mandi Mahal di Stasiun Gambir

Di postingan sebelumnya, saya cerita tidak terasa sudah setahun bekerja di Jakarta, artinya setiap minggunya dipastikan pasti datang dan pergi di Stasiun Gambir. Bagi yang sudah beberapa tahun tidak mampir ke Gambir, pasti akan “pangling”, atau asing dengan penampilannya yang sudah berubah. Stasiun Gambir sudah lebih bersih, rapi, tertata, dan tidak ada lagi pedagang asongan yang biasanya menghiasi stasiun. Keren lah pokoknya.

Dulu, saya tidak mengalami kesulitan untuk mandi di Stasiun Gambir, karena ada toilet umum yang memang menyediakan fasilitas ala kadarnya untuk mandi. Sekarang setelah semuanya dirapikan, maka mandi menjadi masalah serius bagi sebagian warga pendatang, termasuk saya.

Biasanya setiba di Gambir, saya langsung pesan Go-Jek untuk mengantarkan ke Masjid Istiqlal. Kereta Sembrani atau Argo Anggrek Malam datang biasanya menjelang atau pas waktu Subuh, sehingga memungkinkan untuk shalat Subuh kemudian merem sebentar di Istiqlal, baru dilanjutkan numpang mandi disana.

Tips mandi di Istiqlal, lihat rombongan bis di parkiran. Jika masih banyak sebaiknya urungkan dulu niatan mandi, karena pasti masih penuh dan mengantri. Sebaiknya tunggu sekitar jam 6:30-7.00 saat bis-bis mulai melanjutkan perjalanan, disitulah Anda bisa mandi dengan nyaman karena kondisinya sudah mulai sepi. Lebih siang lebih baik, saya pernah mulai mandi jam 7:30 dan bisa memilih kamar mandi yang paling nyaman.

Oke, lanjut ceritanya. Minggu lalu, kereta Argo Anggrek Malam yang saya tumpangi mengalami TasPat (pembatasan kecepatan) mulai dari Stasiun Semarang Tawang hingga Stasiun Gambir, sehingga saya baru sampai di Jakarta pukul 8:30. Ini tentunya masalah, karena jam masuk kantor saya juga mulai jam segitu. Setelah mengabari Pak Manager, saya memutuskan untuk mencoba mandi di Stasiun Gambir, kebetulan saya sudah sering melihat promo di standing bannernya, yaitu di Shower & Locker.

Mungkin ini adalah mandi termahal yang pernah saya lakukan. PT KAI mengerti bahwa penumpang yang datang ke Jakarta kebanyakan adalah karyawan atau orang yang akan berbisnis, pasti mereka butuh untuk mandi atau setidaknya mempersiapkan diri dengan nyaman. Makanya, Shower & Locker ini memang menyasar orang-orang dari kalangan tersebut. Biaya untuk mandi sebesar IDR 85.000 sudah dengan pinjaman handuk. Kamar mandinya standar hotel melati dengan shower air panas dan dingin yang bisa diatur, semburannya kuat, dan bonus suara gemuruh kereta karena posisinya memang pas berada di bawah rel kereta api. Katanya sih dapat kopi, tapi kemarin saya nggak dapat. Mungkin promonya sudah habis. Silakan klik fotonya untuk memperbesar gambar.

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, kereta Argo Anggrek Malam yang saya tumpangi mengalami TasPat, sehingga hampir semua penumpang pasti berpikiran yang sama untuk menggunakan layanan Shower & Locker, alhasil saya mendapatkan nomor antrean 20. Tadinya saya berpikir bakalan menunggu lama, ternyata petugas Shower & Locker berkoordinasi dengan petugas di Hotel Rail Transit Gambir yang lokasinya bersebelahan untuk membuka kamar demi mengurangi waktu tunggu antrean (yang sudah cukup banyak). Kebetulan saya beruntung mendapatkan giliran di kamar hotelnya, bukan di kamar mandinya Shower & Locker. Jadi fotonya sekalian bisa menggambarkan kondisi hotelnya ya. Oh iya, katanya sih fasilitas asli di Shower & Locker tidak jauh berbeda dengan hotelnya karena memang mereka masih satu manajemen.

Menurut saya, dengan tarif IDR 85.000 per orang memang sangat mahal. Tapi dengan kondisi yang tidak ada pilihan lain, maka sepertinya ini adalah cara terbaik untuk dapat membersihkan diri dengan cepat supaya bisa mengejar waktu. Karena di Jakarta, waktu adalah sesuatu yang berharga, dan PT KAI mengerti itu. Info tambahan, Shower & Locker ini buka 24 jam.

Sukses Itu Mencari Pengalaman

Sukses Itu Mencari Pengalaman

Wah, ndak terasa saya sudah hampir setahun bekerja di Jakarta, kota yang memberikan banyak sekali kesempatan, tinggal bagaimana kita melihatnya. Kemudian jadi ingat pas awal-awal bekerja setahun yang lalu, cukup banyak cerita yang jika diingat membuat saya menjadi semakin bersyukur karena berani mengambil keputusan ini dan keluar dari zona nyaman yang sudah bersama saya selama lima tahun terakhir.

Tidak, saya tidak meninggalkan profesi saya sebagai Dosen. KTP saya juga masih tertulis Dosen, cuma berubah dikit aja, tidak banyak, dan tidak penting buat diceritakan.

Oke, dalam setahun ini saya sudah berpindah lokasi kerja satu kali. Tadinya saya berkantor di sebuah digital agency di daerah Jakarta Selatan, sekarang saya dimutasi ke sister company di daerah Jakarta Pusat. Lebih dekat dengan Gambir, tapi sayangnya nggak bisa tidur di kantor lagi hahaha. Kemudian saya pernah “menolak” sebuah tawaran pekerjaan dengan tawaran yang sangat menggiurkan, namun setelah berkonsultasi dan mempertimbangkan berbagai hal, dengan berat hati saya harus menolak tawaran itu. Mungkin suatu saat saya akan menyesal, tapi saya masih yakin dengan pilihan saya.

Bekerja di Jakarta tanpa sadar membuat saya sedikit berubah, namun dalam arti yang positif. Saya jadi lebih berani dan cepat mengambil keputusan, suatu hal yang dulu tidak mungkin saya lakukan. Saya juga lebih berani untuk mengutarakan pendapat, karena jika tidak begitu bakalan tertindas hahaha. Selain itu jadi lebih merasakan kemajuan teknologi, peliknya masalah, dan tertantang untuk memberikan solusi yang level kesulitannya berkali-kali lipat saat di Semarang dengan kualitas yang berkali-kali lipat juga.

Saya jadi mengerti kenapa selisih gaji atau nilai kontrak di Jakarta dengan di Semarang itu sangat jauh berbeda. Di Jakarta tidak ada yang namanya kualitas pas-pasan atau toleransi tinggi, karena kita selalu mendapatkan ekspetasi yang sangat tinggi dari orang lain. Masing-masing sudah harus paham dengan kewajiban masing-masing baru nanti akan mendapatkan hak yang sudah dijanjikan. Menghargai janji dan waktu dengan orang lain adalah kunci utama, karena semua orang sibuk. Ketika kita mendapatkan sebuah kesempatan, tidak boleh dilewatkan.

Sisi positifnya, pikiran saya menjadi lebih terbuka dan pengetahuan menjadi semakin mendalam. Tadinya mungkin saya hanya tau kulitnya saja, tapi sekarang sudah jauh lebih paham dengan konsep dasarnya. Alhamdulillah tahun ini sudah ikut dua kali international conference.

Saya masih punya waktu hingga Febuari 2017 untuk mencari pengalaman disini. Mudah-mudahan cukup bekal untuk nantinya dibagikan ke mahasiswa, supaya mereka tau dan bisa mempersiapkan diri untuk menghadapai persaingan di bidang IT. Bagaimana selanjutnya? Tentunya masih jadi Dosen, tergantung nanti penawarannya bagaimana hahaha…